Selasa, Juni 23, 2009

Antara Martabak dan Martabat


AYAT BACAAN : KEJADIAN 1 : 25-28


Sebagian diantara kita mungkin merupakan penggemar martabak. Makanan yang dijual dipinggir jalan ketika malam, rasanya gurih dan lezat. Apalagi ada isi daging sapi didalamnya. Makanan khas arab ini terasa nikmat di makan di malam hari, walaupun hanya dengan sepiring nasi sekalipun.

Cukup menggelitik hati ketika kita ditanya apakah ada bedanya antara MARTABAK DAN MARTABAT? Kalo yang ditanya anak kecil maka jawabannya adalah beda huruf ! Di sisi lain kalo yang ditanya Guru Bahasa Indonesia, maka akan dijelaskan bahwa Martabak adalah salah satu jenis makanan, sedangkan Martabat adalah Konsep moralitas yang menyangkut nilai atau bobot seseorang secara pribadi. Tapi akan menjadi menarik bila beda antara Martabat dan Martabak ditanyakan kepada seorang penggumul theologia.

Martabat manusia sudah di rancang oleh Tuhan Sang Pencipta sejak diciptakannya manusia. Dikatakan bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk yang ditugaskan untuk melakukan pengelolaan dunia dan seisinya. Jelas sekali bahwa manusia dikaruniakan sebagai mahkluk ciptaanNya yang tertinggi, yang dimahkotai kemuliaan dan hormat. Artinya adalah manusia memiliki martabat yang mulia sejak awal diciptakanNya.

Kehidupan manusia dalam dunia yang penuh rawa paya ini menjadi semakin tidak karuan karena begitu kerasnya persaingan antar manusia untuk hidup. Gesekan gesekan sering terjadi antar umat, sehingga terkadang berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dia yang akan bertahan. Yang kuat menjajah yang lemah, yang kaya menginjak injak yang miskin. Dapat dikatakan, bahwa Martabat mulia manusia telah semakin terkikis. Apakah memang itu yang seharusnya terjadi kepada manusia ?

Tentu seharusnya manusia tetap berusaha untuk menjaga agar martabatnya tetap mulia seperti di awal dia diciptakan. Bukan lantas menjadikannya seperti martabak yang dibanting kesana kemari, di ulur ulur dan di tarik tarik, bahkan kemudian mau di panaskan, di goreng yang pada akhirnya berakhir untuk dimakan. Martabat manusia harus tetap dijaga untuk tetap mulia dan memiliki harga yang pantas. Bukan seperti martabak yang bisa habis dalam sekejab untuk menikmati rasa kenyang sesaat. Gbu

Senin, Juni 01, 2009

Mewujudkan Kebahagiaan


AYAT BACAAN : AMSAL 11 : 23-28



Model Manohara Odelia Pinot akhirnya kembali ke Tanah Air setelah dikabarkan dilarang berhubungan dengan keluarga oleh pihak Kesultanan Kelantan, Malaysia. Manohara tiba di Jakarta (31/05/2009) sekitar pukul 07.30 WIB. Seperti ramai diberitakan media masa bahwa sebelumnya, Manohara dikabarkan mendapat perlakuan tidak manusiawi oleh suaminya, Tengku Muhammad Fahry yang merupakan anak Sultan Kelantan. Juga dikabarkan, Manohara ibaratnya adalah sebuah burung yang di kurung dalam sebuah sangkar emas. Di berikan kecukupan secara materi, bahkan mungkin berlebihan, namun menderita karena kehilangan kebebasan batin. Pihak keluarga Manohara telah berulang kali meminta bantuan Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan kasus ini. Dan akhirnya kabar yang ditunggu-tunggu telah ada, manohara kembali pulang ke Indonesia. Pasti banyak orang bertanya-tanya, apakah MANOHARA hidup bahagia disana ? Ataukah sebaliknya, Ia menderita secara batin dalam kungkungan sangkar emas ?

Dimanakah sesungguhnya letak kebahagiaan ? pertanyaan ini tentu akan mendapatkan jawaban ang berbeda-beda. Mungkin bagi sebagian orang, kebahagian dapat diukur dengan berapa banyak materi yang ada pada kita, yang kita miliki sebagai aset mahal kita. Ada juga yang mengukur sebuah kebahagian dari seberapa sehat kita dalam menjalani kehidupan. Apalah artinya memiliki harta banyak, tetapi sekaligus juga memiliki penyakit yang juga banyak ? Menarik sebenarnya untuk bicara soal kebahagian yang pantas...

Bagaimana Kekristenan memandang soal kebahagian ? ternyata kebahagian itu bukan semata-mata diukur dari seberapa besar/banyak seseorang itu memiliki atau mendapatkan berbagai berkat Tuhan dalam kehidupannya. Yang benar adalah, seberapa besar seseorang itu bisa membagi berkat yang diterima kepada sesama. Ukuran yang tepat bukan seberapa besar kepemilikan atas sebuah berkat, tapi seberapa besar kita membagi berkat itu pada sesama. Ketika kita hanya memiliki berkat tanpa mau membagi kepada sesama, tentu kebahagiaan itu hanya kita rasakan secara semu. Kita hanya akan menjalani kehidupan yang penuh dengan ambisi dan egoisme pribadi. Tak pernah ada kata puas dalam hidup kita. Dan waktu 24 jam pun terasa singkat untuk kita jalani.

Sebaliknya, manakala ketika kita mampu dan mau membagi semua berkat yang kita terima kepada sesama, justru disitulah akan kita temukan kebahagiaan yang sejati. Berkat yang kita terima pun akan semakin manis kita rasakan. Diluar itu, kita akan memiliki berkat-berkat yang lain, yakni keberadaan sesama dalam hidup kita. Akan ada banyak teman, saudara, sahabat yang berada di sisi kita dalam setiap 24 jam kehidupan kita. Keberadaan teman-teman kita itulah yang akan selalu membuat hidup kita merasakan sejahtera. Maka ketika kita sudah berhasil melakukan itu semua, Disitulah akan kita rasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Selamat mewujudkan kebahagian sejati dalam hidup anda !

Kamis, Mei 28, 2009

Kristalisasi Keringat


AYAT BACAAN : KEJADIAN 3 : 1-19


Pelatih Barcelona Pep Guardiola tak dapat menyembunyikan kebahagiannya. Menurutnya, kemenangan timnya dari Manchester United pada babak final Liga Champions di Stadion Olimpico adalah buah dari keberanian dan kerja keras yang telah dilakukan mereka satu musim ini.“Jika Anda mengendalikan bola dan menyerang dan anda berani bermain, anda mempunyai peluang-peluang untuk menang. Kami tidak bermain seperti pengecut,” tegas pelatih yang berhasil memberikan tiga gelar (treble) sekaligus buat Azulgrana pada musim pertamanya di Nou Camp, Kamis (28/5).“Tidak ada yang lebih berbahaya daripada mengambil risiko. Kami telah bekerja berjam-jam pada musim ini dan saya tahu ada banyak orang yang bahagia dan kami berhasil melunasinya.”demikian kata Guardiola, yang telah memberikan gelar Primera La Liga Spanyol, Piala Raja ditambah trofi Liga Champions

Mungkin sebagian diantara kita ingat dengan apa yang dikatakan Host acara Empat Mata, Tukul Arwana tentang istilah "KRISTALISASI KERINGAT". Tukul memakai istilah itu untuk mengatakan bahwa kerja keras lah yang menjadikan dia bisa hidup sukses dan menjadi orang terkenal. Kerja keras itu sendiri tentu merupakan usaha yang tidak ringan. Dalam usaha kita, pastilah mengeluarkan keringa-keringat, bahkan Tukul mengatakan karena kerasnya usaha kita maka keringat-keringat kita keluar bagaikan kristal kristal...

Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, Allah telah mengambil sebuah keputusan besar atas manusia. Bahwa manusia laki-laki harus bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Manusia perempuan harus berjuang untuk melahirkan keturunannya. Kehidupan yang semula ringan menjadi lebih berat. Dan untuk mengatasinya diperlukan sebuah usaha dan perjuangan yang keras. Tanpa usaha dan kerja keras, maka tidak akan ada sebuah pencapaian yang sesuai dengan yang diharapkan.

Benar apa yang di katakan pelatih Barcelona, dan juga Tukul Arwana. Semua yang mereka capai sekarang ini adalah buah hasil kerja keras dan usaha yang dirintis dalam prospes yang panjang. Tentu diluar itu kita juga yakin, bahwa itu semua terjadi semata mata atas perkenan dan pertolongan Tuhan. Hanya bagaimanapun, Tuhan tetap ingin manusia bisa berusaha dan melakukan hal yang terbaik untuk mendapatkan cita cita yang diinginkan. Kepuasan tentu akan dirasakan, manakala kita mendapatkan hasil yang maximal atas semua usaha yang kita kerjakan dengan kerja keras. Disertai ucapan syukur kepada Tuhan atas semua yang kita dapat, tentu akan menjadikan kita dapat menikmati semua buah kerja keras kita dengan damai sejahtera Allah.

Maka, bila saat ini rasa semangat untuk berjuang itu telah berkurang...ambilah waktu untuk beristirahat sejenak. Perbaharuilah spritualitas pribadi dengan cara yang positif. Kemudian buatlah sebuah komitmen baru tentang hidup yang lebih berkualitas. Pandanglah masa depan dengan sudut pandang positif dan optimisme yang kuat. Maka lihatlah, semua rintangan itu kini telah berubah menjadi sebuah tantangan. Selamat bekerja keras....!

Rabu, Mei 27, 2009

Rendah Hati membawa Nikmat !


AYAT BACAAN : MAZMUR 37 : 1-13.

Runner Up Indonesian Idol 2005, Judika juga berhasil meraih penghargaan di ajang Indonesian Movie Awards (IMA) 2009 lewat debut filmnya, Si Jago Merah. “Horas! Ini anugerah dari Tuhan. Saya ini belum siapa-siapa. Saya masih belajar dan saya bangga bisa berada di sini,” kata pemilik nama Judika Nalon Abadi Sihotang ini saat di atas panggung. Penyanyi kelahiran Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara ini juga mengaku tak menyangka saat namanya disebut sebagai penerima penghargaan Pendatang Baru Pria Terbaik. Di kategori ini Judika mengungguli nominator lainnya seperti Ramzi yang tampil di film Doa Yang Mengancam, Veris Yamarno (Laskar Pelangi), dan Zulfani (Laskar Pelangi).

Apa yang terjadi ketika kita mendadak menerima sanjungan,penghargaan bahkan pengakuan publik atas kiprah kita, padahal diatas kertas kita tak pernah dijagokan untuk menerima itu semua. Mungkin ada yang tersenyum bangga, lalu berkata," akh...saya sudah menduga ini semua akan saya dapatkan, karena saya telah berlatih dan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya." Selain itu mungkin ada yang menanggapinya secara biasa saja, karena baginya penghargaan itu bukan apa apa...sekedar penghargaan saja dan tak ada keuntungan secara finansial yang dapat diterima. Tetapi ada juga yang bersikap menerima dengan syukur dan berkata,"Terima kasih untuk semuanya. Saya bukan apa-apa, dan semua yang saya dapatkan ini semata-mata karena Anugerah Tuhan"

Kita semua pasti tahu, mana jawaban yang terbaik yang pantas kita berikan. Dalam episode kehidupan ini, tanpa kita sadari seringkali sebenarnya kita menerima penghargaan dari lingkungan kita atas kiprah kita. Penghargaan atas prestasi yang kita buat itu hendaknya bisa kita terima dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Karena sesungguhnya apa yang mampu kita perbuat, dan apapun prestasi yang kita torehkan itu dapat terjadi karena perkenanNya kepada kita. Sikap rendah hati itu jugalah yang kelak akan menambah nilai diri kita bagi publik. Dan bila itu terjadi tentu akan semakin banyak pengakuan,penghargaan publik kepada kita.

Raja Daud pernah menulis bahwa orang orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah (MAZ 37 : 11). Ada sebuah kehidupan yang sangat baik dan penuh kemuliaan bagi orang yang rendah hati. Mewarisi negeri, bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah, pastilah menjadi impian dan harapan semua orang yang percaya kepadaNya. Mengingat ini semua, Apakah anda mulai tertarik untuk bersikap rendah hati ?

Selasa, Mei 26, 2009

Berharga Mahal


AYAT BACAAN : YESAYA 43 : 1 - 11


Dalam lelang shoteby, Sebuah cincin berlian berwarna biru dengan berat 7.03 karat mencapai rekor penjualan tertinggi 6,2 juta poundsterling atau sekitar Rp 97, 9 miliar.
Batu berlian dengan potongan empat persegi panjang warna biru itu hanya mebutuhkan waktu selama 15 menit untuk pindah tangan. Batu berlian warna biru yang langka dan jarang di dijual di pasar internasional ini dibeli orang yang tidak bisa disebutkan identitasnya.
Sukses penjualan yang dilakukan David Bennett, ketua Sotheby Jenewa, dari departemen perhiasan di Eropa dan Timur Tengah, menunjukkan ketahanan pasar walaupun ada kecenderungan untuk ekonomi menurun.
Sebelumnya, harga berlian adalah $ 7,9 juta, termasuk komisi, untuk batu seberat 6,04 karat pada penjualan di Hong Kong pada Oktober 2007, juga oleh Sotheby's.

Dalam situs http://www.intanberlian.com/ dijelaskan mengapa berlian memiliki harga yang sangat mahal. Dan walaupun mahal, tetap saja banyak orang rela berburu dan membeli berlian itu. Hal itu sebabkan karena keindahan dari suatu berlian dan sifat berlian yang abadi artinya berlian bisa tahan lama, tahan dari goresan benda lain karena memang berlian adalah benda terkeras. Dapatkan kita bayangkan bagaimana jika kita memiliki satu saja, tentu akan kita jaga benda ini sebagai benda berharga yang kita miliki. Dan pasti kita bangga dan berusaha merawat berlian ini dengan sebaik-baiknya.

Berbahagialah manusia, karena Tuhan sang pencipta kita menganggap bahwa kita adalah sesuatu yang berharga dan mulia. Dan saking berharganya manusia, Dia rela memberikan anakNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita, dari hukuman dosa. Sesuatu yang sungguh membahagiakan bagi kita, bila Allah yang penuh kasih itu telah melakukan upaya terbaik untuk menjaga dan merawat kita.

Namun toh demikian, ketika kita dihadapkan pada sebuah permasalahan atau sebuah beban hidup, sesungguhnya hal itu dipakai oleh Tuhan untuk semakin meningkatkan kualitas diri kita. Tempaan dan pemurnian harus terjadi agar kualitas kita menjadi semakin mahal dan berharga. Maka bila ini terjadi, tidak ada jalan lain selain hanya bertahan dan berserah kepada tempaanNya. Karena ketulusan kita dalam menjalani tempaan dariNya akan memurnikan diri kita dan membuat kita semakin berharga di mataNya...

Senin, Mei 25, 2009

Pertandingan Sejati


AYAT BACAAN : I TIMOTIUS 6 : 1-12

Pesepakbola Italia, Paolo Maldini memastikan akan pensiun pada akhir musim ini. Maldini melakukan pesta perpisahan terakhir dengan fans Milanisti di San Siro, ketika Milan harus mengakui keunggulan AS Roma 3-2, Minggu (25/5/2009) kemarin. Bomber Juventus Alessandro Del Piero mengakui kalau kapten AC Milan itu merupakan salah satu pemain hebat yang pernah ada. Del Piero yang notabene merupakan mantan rekan setim Maldini di Timnas Italia, mencoba berbicara mengenai Maldini. Dia sangat terkesan dengan loyalitas Maldini bersama Milan."Saya ingin berkomentar mengenai Paolo, karena dia memang pemain hebat yang pernah ada. Sungguh luar biasa caranya memberikan segalanya baik saat latihan dan bermain selama bertahun-tahun," puji Del Piero."Semangat yang diperlihatkan Paolo sangat unik dan bisa menjadi contoh yang baik bagi pemain sepakbola lainnya," tegas bomber Juventus itu sebagaimana dikutip sky sports, Senin (25/5/2009). Ya...Del Piero tentu sudah tidak asing lagi dengan Maldini. Dia pernah satu tim dengan anak dari Cesare Maldini itu, ketika masih mengenakan kostum Timnas Italia sekira tahun 1995 an.

Perjalanan hidup manusia, bagaikan sebuah pertandingan olah raga. Ada kawan dan ada lawan. Ada penonton, bahkan juga ada wasit yang mengadili. Yang paling ditunggu-tunggu adalah diakhir pertandingan akan ada pemenang dan ada yang kalah. Masing-masing berkompetisi sesuai dengan kemampuan yang ada untuk bisa tetap "survive" di kehidupan yang keras.

Hal yang terpenting sejatinya bukan di akhir pertandingan, apakah kita menang atau kalah. Tetap yang kadang lupa untuk diingat, adalah bagaimana kita menjalani sebuah pertandingan. Apakah kita melakukannya dengan cara yg benar, semangat yang menyala-nyala dan memiliki integritas serta kedisiplinan sebagai seorang pemain yang disegani kawan maupun lawan. Bila dalam setiap waktu kita melagakan pertandingan dapat mencerminkan jiwa kesatria kita. Maka baik lawan ataupun kawan akan segan dan memberikan respect kepada kita. Tak peduli apakah di akhir pertandingan kita jadi pemenang atau yang kalah.

Kelak di akhir perjalanan karier kita, orang akan melihat dan mengenang bagaimana sikap kita disetiap laga pertandingan. Dan bukan melihat seberapa banyak kita memenangkan pertandingan. Percuma saja kita memenangkan banyak pertandingan namun jika para penonton terus mengingat-ingat bagaimana kecurangan yang kita lakukan untuk menggapai kemenangan.

Mari kita mencoba untuk menjalankan semua pertandingan kehidupan ini secara fair dan benar.

Rasul Paulus selalu mengingatkan itu kepada kita semua, agar kita mendapatkan penghargaan yang benar dan sejati atas kehidupan kita...

Sabtu, Mei 23, 2009

Teladan dalam mendidik


AYAT BACAAN : AMSAL 1 : 7-9

Pemeran Gusti pada serial Office Boy, Bayu Oktara ternyata menganggap ibunya sebagai sosok yang menakutkan, bahkan jahat, saat ia kecil. Penggemar berat es krim itu mengasosiasikan ibunya dengan larangan karena selalu menjauhkannya dari es krim dengan berbagai alasan.
Tapi itu dulu. Setelah dikaruniai satu anak dalam perkawinannya dengan Yessy Libridha, semua berubah. “Sekarang pikiran berubah 180 derajat, apalagi sesudah punya anak,” ujar Bayu.
“Bagi saya, figur Ayah dan Ibu itu harus bisa menjadi sahabat anak yang bisa dipercaya, membimbing, dan menjaga,” jelas Bayu. Menurutnya kondisi itu bisa membangun komunikasi yang efektif dengan anak dan menghindari kesalahpahaman. “Komunikasi sama anak itu penting, bisa menanamkan nilai-nilai sesuai yang anak bisa pahami,” tambah dia.
Untuk menghindari kesalahpahaman antara dirinya dengan sang anak Bayu menekankan pentingnya komunikasi untuk membangun saling pengertian.

Kesuksesan dalam mendidik anak, memerlukan sebuah proses panjang dan perjuangan yang tidak ringan. Bagaimana menjadikan diri kita bukan hanya sebagai figur orang tua yang terlihat seram dan tegas saja, tapi menjadi orang tua yang bisa berjalan berdampingan seperti seorang sahabat bagi anak kita...itu jauh lebih penting.

Proses panjang dan penuh perjuangan itu pun memerlukan sebuah pola komunikasi yang sehat, yang bisa menyentuh hati anak-anak, dan bersifat up to date. Artinya pola pemakaian bahasa harus kita sesuaikan dengan bahasa masa kini yang mudah dimengerti anak-anak kita. Dengan demikian rasa canggung dari anak-anak kepada kita akan hilang. Komunikasi yang sehat artinya juga adalah komunikasi yang berlangsung 2 arah, dimana anak dan orang tua bisa saling berdiskusi, berdebat dengan tujuan akhir menyamakan persepsi atas sebuah masalah. Tidak ada satu pihakpun yang harus mendominasi pembicaraan agar semua bisa teratasi dengan mudah.

Hal lain yang terpenting adalah, mendidik bukan hanya soal mengajar dengan kata-kata saja. Tapi yang lebih penting adalah dengan perbuatan nyata. Mendidik dengan teladan nyata lebih mudah, dan mengena bagi anak-anak kita. Dan anak-anak kita akan dapat dengan mudah menjalankan didikan kita dengan rasa respect penuh. Ketika teladan nyata kita berikan, maka sejatinya kita sudah menjadi guru yang baik bagi anak-anak kita. Dan ingatlah, didikan yang bermanfaat bukan hanya dengan kata-kata lembut dan elusan tangan. Melainkan juga dengan tamparan dan cubitan, agar mampu menyadarkan kembali pada didikan sejati...