Sabtu, Oktober 29, 2011

Edhan'e Sadhuluran


EDHAN’E SADHULURAN

Namanya Andreas Widiatmoko. Kita biasa memanggil dia “Mas Aan”. Seorang yang “full talented” dibidang musik. Piano/Keyboard ditangannya akan membawa dan mengantar kita menikmati Pujian bagi Tuhan. Ketika dia memainkan gitar, beat dan rhytem nya luar biasa. Suara tenor nya mantap, apalagi bila menyanyikan lagu-lagu Victor Hutabarat. Group music kesukaannya adalah KAHITNA. Sehingga ketika dia bermain lagu-lagu Yovie Widhianto, terasa sekali “soul” nya. Karena talenta nya itulah, dia aktif dalam berbagai kegiatan musik gerejawi, termasuk Paduan Suara. Kegiatan Paduan Suara ini benar-benar sudah menjadi darah dagingnya. Oleh karena itu dia dipercaya untuk memimpin dan melatih beberapa group Paduan suara Gerejawi. Bukan hanya memimpin dan melatih, tetapi dia juga mampu meng arransir lagu-lagu indah dan penuh harmonisasi. Dan itu sudah dia lakukan sejak dia kuliah di ITS Surabaya.

Sehari-hari dia bekerja sebagai staf engineering di sebuah pabrik bopp film. Setelah pulang kerja dia memakai waktunya untuk melatih paduan suara dan bermain music. Terkadang dia juga memakai waktunya untuk meng aransemen sebuah lagu. Istrinya, Mbak Upi adalah seorang penyanyi gereja yang luar biasa. Minat dan talenta yang sama membuat mereka berdua merupakan pasangan yang saling melengkapi. Kepada mereka Tuhan mengaruniakan 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Hari itu, Kamis tanggal 27 Oktober 2011. Pukul 11.28 wib Blackberry messenger saya berbunyi. Ketika itu saya sedang berada dikantor membalas email masuk dari para pelanggan. Sehari pergi ke Jakarta, lebih dari 100 email menanti untuk saya jawab. BBM itu datang dari adik saya, Ghek Dian. Isinya sungguh membuat saya tercengang, “ Mohon dukungan doa untuk Mas Andreas…ini sms dia : Ghek, aq kecelakaan krja, 4 jari tangan kananku putus. Aq di RS Anwar Medika”

Saat itu saya hanya terdiam dan berpikir, ada apa lagi ini. Seingat saya dua kali sudah saya pernah menerima khabar bahwa MasAan terkena musibah. Kedua-duanya adalah kecelakaan lalu lintas yang terjadi ketika dia pulang bekerja. Sampai-sampai kecelakaan itu membuat Mas Aan harus menjual dan mengganti sepeda motornya yang rusak berat. Tapi berita siang itu sungguh membuat saya kaget. Mas Aan kecelakaan kerja dan 4 jari tangan kanannya terputus. Oh Tuhan….

Saya tahu betapa besar arti 4 jari kanan itu bagi Mas Aan. Saya masih ingat betul bagaimana jarinya itu menari lincah diatas tuts keyboard dan diatas senar guitar. Betapa indahnya harmonisasi music yang dia bangun ketika dia bermain piano. Akh.. sekarang jari itu putus dari tangan kanannya. Tuhan apakah yang menjadi kehendakMu ?

Sore itu jam 15.30 wib saya mendengar khabar bahwa Mas Aan sudah dibawa ke IRD Dr Soetomo untuk penanganan yang lebih baik. Dr Irwan sahabat kami mengatakan, bahwa Mas Aan akan segera dioperasi oleh Dr Hery ahli orthopedic di Surabaya. Operasi harus segera dilaksanakan agar jari yang putus itu bisa disambung kembali.

Malam itu, Jam 19.00 wib saya pergi ke RS Dr Soetomo bersama dengan Pak Pierno, seorang kawan sesama pelayan jemaat. Operasi sudah berlangsung sejak pukul 16.00 wib. Kami temui Mbak upi yang duduk terdiam, menanti dengan tegang di ruang tunggu IRD ditemani istri saya dan seorang petugas security dimana Mas Aan bekerja. Malam itu ada bersama kami, pak Sribusono, Mas Bram,Pak Djatmiko dan Dr Rurit yang terus memberikan semangat kepada Mbak Upi. Jam 20.30 wib saya pamit karena harus menjemput anak saya les di Primagama Nginden. Saat itu saya berdoa dalam Hati, Tuhan berikan kekuatan kepada Dr Heri yang melakukan operasi bersama tim medis. Pakai mereka sebagai alatmu untuk menolong Mas Aan.

Hari jumat, 28 Oktober 2011 saya berangkat kerja pukul 07.00 wib. Saya menelpon pa Sribusono untuk mencari tahu bagaimana khabar terkini atas operasi Mas Aan. Dari seberang telpon saya mendengar khabar bahwa operasi selesai sekitar pukul 03.30 wib. Berarti hampir 12 jam tim medis melakukan operasi penyambungan jari Mas Aan. Tak terbayangkan betapa luar biasa energy tim medis dalam melakukan operasi itu. Saya kemudian bertanya kepada pak Sribusono,” jam berapa njenengan pulang dari RS pak ? Pak Sri menjawab, “ Jam 03.00 wib !” Hah….? Saya kaget mendengar jawaban Pak Sribusono. “Sendiri Pak?”, saya kembali memastikan. Ternyata dia bersama Mas Bram, ketua Persekutuan keluarga Muda kami. Saya kagum luar biasa pada kedua sahabat saya ini. Mereka adalah orang-orang kantoran yang pagi itu harus bekerja di kantor masing-masing. Tetapi mereka rela begadang di IRD Dr Soetomo yang sejujurnya, saya mengatakan tidak memiliki pemandangan yang enak karena banyaknya orang yang mendeita kesakita n, bahkan berada di ujung maut. Tetapi kedua sahabat saya itu setia menunggu dan menemani mbak Upi sampai operasi selesai. Mereka meninggalkan keluarganya dirumah masing-masing, dan memilih berada di IRD Dr Soetomo. Sebuah tempat yang membuat saya tidak betah berada disitu terlalu lama. Tapi mas Bram dan Pak Sribusono, “dipaksa betah” di sana demi seorang sahabat tercinta... Mas Aan !. Kekuatan KASIH membuat mereka berdua mau menunggu sampai operasi itu selesai menjelang fajar pagi hari. Edhan’e sadhuluran !!!

Malam ini saya baru bisa berjumpa dengan Mas Aan setelah dia di rawat di Graha Amerta Lantai III.Banyak sekali teman-teman sekerja yang menengok dan memberikan perhatian kepadanya. Saya berdoa bagi dia. Tuhan, ijinkan kami tetap boleh mendengar permainan piano dan guitarnya. Kami selalu rindu akan hal itu.Tuhan jangan cabut talenta itu daripadanya. Saya menangis haru…sejujurnya baru kali ini saya memimpin doa …dan menangis !

Mas Aan,

Malam ini sejujurnya mata saya sudah mengantuk. Tetapi mata hati saya memaksa saya untuk menulis cerita ini. Sebuah cerita tentang “Edhan’e Sadhuluran”. Saya ingat betul bagaimana Rasul Paulus mengingatkan kepada kita bahwa kita adalah satu tubuh dan Kristus adalah kepalanya. Kehilangan 4 jari, tentu merupakan sebuah beban yang tak ringan. Kami pun merasakan hal yang sama dengan mas Aan. Malam ini setelah saya berdoa, saya yakin tangan Tuhan yang akan berkarya. Kita tak pernah tahu bagaimana kelak yang akan terjadi setelah Mas Aan mengalami gangguan pada jari tangan kanannya. Kita tak pernah tahu apakah dia masih bisa memainkan harmonisasi music yang indah diatas tuts piano dan senar gitar ? Tetapi yang saya tahu pasti adalah banyak orang berdoa untuk pemulihan Mas Aan. Banyak orang yang tetap rindu pada pelayanannya. Oleh karena itu saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi Mas Aan. Cara Tuhan bukan cara kita, dan jalan Tuhan bukan jalan kita tetapi yang pasti, kebaikan Tuhan akan berlaku bagi kita, orang-orang yang hidupnya berkenan kepadaNya

Mas Aan,

cepatlah sembuh…Kami terus merindukan denting pianomu dalam ibadah minggu di Gereja. Percayalah, karya Tuhan akan berlaku bagimu. Gusti mberkahimu mas !!!

Surabaya, 28 Oktober 2011

Johanes Oka Purwanto

Dedicated for Mas Aan

Sabtu, Oktober 15, 2011

PERCAYA NGGAK PERCAYA


TANGGAL : 13 JANUARI 2012
BACAAN : MARKUS 2 : 1 – 12

Seorang pemain acrobat di atas ketinggian 10 meter sebelum beraksi bertanya pada para penonton,apakah anda semua yakin bahwa saya mampu berayun dari sisi timur ini menuju sisi barat ? Semua penonton menjawab dengan bersamaan, ”Percaya !” Lalu dia kembali bertanya, apakah ada yang mau saya gendong dan bersama saya untuk melakukan atraksi ini ? Semua penonton terdiam dan tak menjawab.

Percaya sering kali hanya ada di bibir, tapi bukan di hati. Kita sering mengakui dengan perkataan kita bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Bahkan seringkali kita meyakinkan seseorang bahwa Tuhan itu luar biasa dahsyatnya dan tak perlu ada yang dikuatirkan bila bersamaNya. Namun ketika tantangan yang sesungguhnya diberikan kepada kita dalam wujud pergumulan hidup, seringkali kita berlari dan lupa pada kedahsyatan Tuhan. Bahkan terkadang kita malah terdiam dan meragukan kedahsyatan Tuhan
Empat orang yang menggendong si lumpuh tentu percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan. Oleh karenanya mereka membawa si lumpuh kepada Yesus untuk disembuhkan. Anehnya adalah ketika Yesus melakukan sebuah mujizat, ada orang-orang yang meragukan otoritas Yesus atas mujizat itu sendiri. Padahal mereka adalah pengikut Yesus yang berada ditengah-tengah pertemuan itu, mengikuti dan mendengarkan ajaran Yesus. Rupanya telinga mereka mendengar tetapi hati mereka masih belum terbuka. Sehingga mereka mempermasalahkan otoritas Yesus atas mujizatNya.

Percaya dengan segenap hati mutlak diperlukan agar mujizat itu nyata kita rasakan. Sedikit saja keraguan ada dibenak kita maka itu dapat menghalangi turunnya berkat Tuhan bagi kita. Ingat saja bahwa Otoritas Tuhan berada diatas segalanya. Maka tak perlu ragu, serahkan segala pergumulan kepada kehendakNya. Dan setelah itu, rasakan damai sejahteraNya.

“Ketika kita mulai kuatir yang berlebihan, itu berarti hubungan kita dengan Tuhan sedang bermasalah”

Selasa, Oktober 11, 2011

FROM ZERO TO HERO



BACAAN : 1. I SAMUEL 3 : 1-10, 19-20
2. MARKUS 1 : 29 – 39

Chris John, adalah salah satu petinju berprestasi Indonesia yang taat pada Tuhan. Dia selalu menyebut Terimakasih kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria pada saat di wawancarai. Chris John memang petinju Katolik yang baik. Tahu betul bahwa sejatinya dia bukan apa apa tanpa kehadiran dan kemurahan Tuhan. Masa kecilnya keras, dibawah didikan ayahnya yang melatih tinju dengan tingkat kedisplinan tinggi. Sekarang dia menjadi orang yang sukses dan berprestasi

Setiap manusia memiliki impian terindah dalam hidup yakni hidup yang penuh dengan keberhasilan dan kesuksesan. “From zero to hero” demikian lah sebuah ungkapan yang sering dipakai untuk menceritakan bagaimana gemilangnya sebuah prestasi seseorang.

Membaca ayat bacaan kita hari ini, kita semua mengerti apa dan bagaimana latarbelakang Samuel. Seorang yang masih muda dan menjadi pelayan Allah dibawah pengawasan Imam Eli. Masa muda nya dipakai untuk menjadi pelayan Allah dengan segala ketaatan dan ketulusannya. Samuel adalah anak muda yang baik. Maka ketika Allah berkenan memanggilnya secara langsung, tanpa ragu Samuel menjawab” Berbicaralah sebab hambaMu ini mendengar”. Ketaatan Samuel pada otoritas Tuhan didalam kehidupannya telah jelas terlihat dari bagaimana dia menjawab panggilan Tuhan. Dan alkitab mencatat bagaimana Samuel terus bertumbuh menjadi dewasa dan Tuhan menyertai dia karena tak ada satupun FirmanNya yang dibiarkan gugur.

Kisah Tuhan Yesus yang memiliki prestasi besar dalam sejarah pelayananNya di usia muda juga di catat oleh para penulis Alkitab. Secara khusus Tuhan Yesus selalu memiliki dan mengambil waktu untuk melakukan sebuah komunikasi dengan sang pemilik kehidupan dalam sebuah Doa. Yesus pun setia mengemban misi yang diberikan atas kehadiranNya di dunia ini. Keterlibatan dan Otoritas Bapa terlihat menonjol dalam setiap pelayananNya.

Merenungkan apa yang ada diatas, memiliki sikap hidup yang baik ternyata tidaklah cukup bila kita tak pernah melibatkan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan kita. Perbuatan, perkataan dan pikiran yang baik hanya akan mendatangkan kebaikan yang sejati bila kita memiliki hubungan yang baik dengan Allah Sang Pencipta kita. Ketika kita memiliki sebuah pengharapan, sebenarnya akan terasa mudah bagi kita untuk menggapai harapan itu dengan mengkombinasikan perbuatan,perkataan dan pikiran kita yang baik dengan Kebaikan Allah itu sendiri. Bila kita mampu melakukan itu maka hasil yang baik akan kita dapatkan. Sebaliknya tanpa kebaikan Tuhan maka sehebat apapun kebaikan kita tidak akan ada artinya dan jangan berharap untuk sebuah hasil yang baik.

DOA : TUHAN YANG BAIK, AJARKU UNTUK SELALU MENABUR KEBAIKAN DIDALAM HIDUPKU. AGAR KEBAIKANMU JUGA DAPAT DIRASAKAN OLEH SESAMAKU. AMIN

Selasa, Agustus 24, 2010

Etika Beribadah



AYAT Bacaan : Kejadian 12: 1-8


Apakah ibadah Kristen itu ? Dalam bahasa Inggris, istilah yang dipakai untuk "ibadah” adalah worship, yang berasal dari kata Inggris kuno weorthscipe. Weorth (=worthy) berarti "layak" dan scipe (=ship) menunjukkan atribut respek atau hormat kepada seseorang. Jadi, ibadah (worship) adalah suatu pemujaan; pernyataan hormat kepada Tuhan yang dianggap layak disembah. Untuk itu kekhidmatan dalam sebuah Ibadah mutlak diperlukan.


Dalam bahasa Ibrani (PL), dipakai kata shachah yang berarti "menundukkan diri." Dalam bahasa Yunani (PB) digunakan kata proskuneo yang berarti menyembah atau "mencium tangan kepada...." Jadi, ibadah adalah ungkapan penyembahan manusia di hadapan AllahNya. Namun dalam ibadah Kristen, komunikasi yang terjadi bukan hanya satu arah, melainkan dua arah. Martin Luther mendefinisikan ibadah sebagai saat dimana Allah berbicara kepada jemaat lewat FirmanNya (revelation) dan jemaat berbicara kepadaNya (merespons) dalam doa dan pujian. Jadi, dalam ibadah terjadi dialog (komunikasi) antara Allah dan jemaat.


Masing-masing saling berinteraksi. Tuhan lebih dahulu berinisiatif menyatakan diri, baru kemudian jemaat menanggapi.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa sejatinya Ibadah adalah wujud perjumpaan kita dengan Allah yang bertahta di tempat yang Maha Kudus. Setiap ibadah tentu memiliki etika dan kunci keberhasilan. Untuk itu setiap orang yang akan melakukan ibadah harus memahami karakter daripada ibadah itu sendiri.


Banyak orang memiliki konsep yang keliru tentang ibadah. Kita cenderung memandang ibadah seperti pertunjukan teater. Yang menjadi aktor adalah pendeta dan pelayan ibadah lainnya. Penontonnya adalah anggota jemaat yang hadir, sedangkan sutradaranya adalah Tuhan.Sedangkan para anggota majelis jemaat adalah crew dari pertunjukan. Konsep ini jelas sangat keliru karena memandang jemaat hanya sebagai penonton!


Setiap ibadah Kristen (apapun denominasinya) mestinya harus bersifat liturgis; artinya melibatkan setiap orang yang hadir didalamnya. Ibadah dimana jemaat hanya menjadi penonton yang pasif bukanlah ibadah yang sesungguhnya. Oleh karena semua anggota jemaat harus terlibat aktif, perlu ditentukan kapan giliran mereka berpartisipasi dalam ibadah dan bagaimana bentuk partisipasinya (apakah menyanyi, berdoa, memberi persembahan, dll)


Dalam Perjanjian Lama, di kisahkan Abraham adalah seorang umat Tuhan yang membiasakan diri beribadah dengan penuh ketekunan. Dalam perjalanan dari HARAN menuju tanah KANAAN pun, dia selalu mengisinya dengan ibadah kepada Tuhan yang diikuti oleh seluruh anggota keluarganya. Ketika dia sampai di BETEL, selain mendirikan kemah, Abraham pun mendirikan MEZBAH yang dia pakai untuk beribadah kepada Tuhan. Abraham melibatkan seluruh anggota keluarganya untuk ikut dalam ibadah. Dan dalam Ibadah yang dilakukan oleh Abraham dan seluruh anggota keluarganya, terjadi interaksi antara Tuhan, Abraham dan keluarganya. Inilah Ibadah yang sejati.



Bagaimana dengan kita, orang orang yang disebut sebagai keturunan Abraham. Kita secara rutin menggelar ibadah di setiap hari Minggu pagi, ditempat yang bernama Gereja. Didalam nya kita menciptakan suasana persekutuan dengan saudara seiman. Kita berdoa dan memuji nama Tuhan, serta menyembahNya. Kita juga mendengar serta menggumuli Firman Tuhan yang disampaikan melalui perantara hambaNya. Kepada kita juga diberikan kesempatan untuk berperanan aktif di dalam ibadah tersebut, salah satunya adalah dengan memberikan persembahan, mempersembahkan talenta yang kita miliki melalui Puji-Pujian. Semua hal itu dapat kita lakukan ketika kita beribadah kepada Tuhan di gereja.


Dari sini pula kita dapat mengambil kesimpulan, sejatinya Hakekat Ibadah adalah kesempatan bagi kita untuk memberikan diri kita kepada Tuhan dalam sebuah perjumpaan rohani.


Tentu mewujudkan ibadah yang benar memerlukan banyak aspek pendukung. Kekhidmatan ibadah, liturgi yang baik, serta puji-pujian yang semarak merupakan beberapa aspek yang harus diperhatikan. Namun yang juga tak kalah penting adalah, masing-masing umat yang akan datang beribadah harus memiliki motivasi yang benar serta mempersiapkan diri dengan baik sebelum datang dalam ibadah. Dengan demikian ibadah itu sendiri akan menjadi berkat bagi dirinya serta kehadirannya dalam ibadah tersebut dapat membawa berkat bagi sesama.

Selasa, April 20, 2010

HARGA YANG MAHAL



AYAT BACAAN : EFESUS 5 : 8-12

Awal bulan april ini, kembali saya ditugaskan kantor dimana saya bekerja untuk melakukan kunjungan dinas ke Ibu Kota Jakarta. Dalam perjalanan diatas pesawat, saya tertarik untuk mengamati harga-harga makanan dan minuman yang sangat mahal. Segotol air mineral yang biasa di jual di mini market seharga Rp 2.500, namun diatas pesawat berubah menjadi Rp 10.000. Lalu mie instant yang biasa dijual di minimarket seharga Rp 2.500, namun diatas pesawat menjadi Rp 13.000. Saya berpikir apa yang membuat benda-benda ini berharga mahal ?
Aha…saya menemukan jawabannya, setelah saya ingat beberapa bulan yang lalu ketika saya mengadakan pertemuan dengan salah seorang pelanggan di lobi sebuah hotel. Ketika itu saya harus membayar Rp 120.000 untuk 2 cangkir kopi hangat. Rupanya tempat dimana benda itu berada menentukan harga sebuah benda. Kopi yang biasa di warung seharga Rp 5.000 namun ketika di lobi sebuah hotel menjadi Rp 60.000 Ya…tempat dimana dia berada, itu yang menentukan harganya.
Dimana kita berada sekarang ? dahulu kita berada didalam kegelapan. Namun karena karya penebusan Kristus yang mahal, lewat darah dan nyawa yang tercabut diatas kayu salib itulah. Kini kita berada disebuah tempat yang terang, dan kita berhak untuk disebut anak anak terang. Dulu kita berharga murah, tetapi sekarang kita telah berharga mahal. Karena kita ditempatkan olehNya di sebuah tempat yang menjadikan kita memiliki harga yang mahal. Itu semua terjadi semata-mata karena kebaikanNya dan bukan karena kita yang memilih untuk berada di tempat yang menjadikan diri kita berharga mahal itu.
Lantas bagaimana sikap terbaik kita,setelah kita menjadi anak-anak terang yang berharga mahal ? Bacaan kita di ayat 9 menyatakan bahwa anak –anak terang mampu menyajikan kehidupan yang penuh dengan perbuatan Baik, Adil, dan Benar. Kita dikatakan berbuat Baik bila orang lain dapat merasakan kehadiran kita yang membawa sejahtera.Kita dikatakan Adil bila orang lain yang berususan dengan kita tak pernah merasa dirugikan oelh perbuatan kita. Dan kita dikatakan berbuat benar bila orang lain setuju dan mendukung perbuatan kita.
Sekarang kita sudah menjadi anak-anak terang. Apakah kita mau dan mampu untuk benar-benar menjaga semua anugerah pemberian Tuhan ini dengan memiliki sikap hidup yang Benar, Adil dan Baik. Semoga Tuhan sendiri yang menuntun kita untuk melakukan itu semua.

Rabu, Maret 31, 2010

The Real DAVID


BACAAN : 1 SAMUEL 17 : 1-58


Entah apa yang ada dibenak David ketika dia memutuskan untuk maju, menantang dan akhirnya bertarung dengan Goliath. Mungkin bila saat itu sudah dikenal istilah "BONEK" maka pasti akan banyak orang disekitar David berteriak, " Dasar BONEK !!!" Namun toh David dengan keyakinan dan keberanian penuh, maju kedepan dan kemudian menantang bahkan hanya dengan umbalan dia berhasil mengalahkan Goliath. David yang semula dikenal hanya sebagai seorang penggembala kawanan domba, namun karena keberanian dan keputusan tepat yang diambilnya membawa dirinya sebagai pahlawan bagi orang-orang disekitarnya.

Berbicara tentang David, dua hari yang lalu saya bertemu dengan seorang pria yang mengajak makan siang bersama. Namanya juga David. Bicaranya blak-blak an dan apa adanya. Sangat mencerminkan karakter arek suroboyo yang blak blak an. Kepada saya dia bercerita bagaimana Tuhan memanggil dia lewat mimpi-mimpi dalam tidurnya. Dia kristen sejak kecil, dalam sebuah keluarga kristen. Namun kemudian dia menikah dengan seorang wanita yang tidak seiman. David hidup dalam dunia nya sendiri selama bertahun-tahun. Selama itu pula dia tidak mengenal gereja, persekutuan apalagi Tuhan dengan segala kebaikanNya.

Namun Tuhan tetap memberlakukan kasihNya kepada David. Tuhan selalu berusaha menyapa dan menyentuh David lewat mimpi-mimpi dalam tidurnya. Seringkali David merasa pusing akibat mimpi-mimpi itu. Seringkali David merasa tertekan dengan mimpi-mimpi itu. Dan pada sebuah kesempatan dan waktu yang tepat, David dengan penuh keberanian dan kepasrahan telah memutuskan untuk "menemui" Tuhan yang semula hanya dia temui dalam mimpi-mimpinya, kini dia berusaha menemukanNya dalam hatinya. David menerima meterai keselamatan dari Tuhan dalam sebuah sakramen baptis suci.

David telah kembali menang melawan "Goliath: yang berwujud dalam mimpi-mimpi serta kehidupan duniawinya. Mimpi-mimpi dan kehidupan duniawi yang membuatnya tak pernah merasakan damai dan sejahtera. Kini hanya dengan keberanian dan keyakinannya akan Kasih setia Tuhanlah, dia berani mengambil keputusan hebat dalam sejarah kehidupannya. Dan dia menjadi seorang pahlawan hebat bagi orang orang sekitarnya.

Terkadang kita sering ragu pada sesuatu hal yang nampak besar dan menakutkan dihadapan kita. Itu bisa berwujud dalam persoalan kehidupan, kekuatiran, kedengkian, amarah serta kemegahan diri. Semuanya bisa kita hancurkan dan kalahkan hanya dengan keberanian kita untuk mengambil sebuah keputusan untuk berjalan bersama kasih dan perlindungan Kristus. Jangan pernah takut pada sesuatu yang nampak besar dalam kehidupan kita, yang seakan-akan siap untuk menerkam kita. Namun cobalah untuk melihat betapa besar kekuatan Tuhan yang menyertai kita. Dengan cara itulah kita akan mampu menjadi " the real David"



Selasa, Maret 30, 2010

Sabar = Subur


AYAT BACAAN : IBRANI 6 : 9 - 15

Pembalap Kiara BAR Speed, Eko Lurianto bercerita bahwa menjadi seorang pembalap mobil dibutuhkan keahlian khusus melalui latihan yang ketat dan disiplin. Dia memiliki beberapa tips untuk bisa memenangi kompetisi. Salah satu tipsnya adalah memegang setir dengan benar, yakni posisi tangan tidak boleh di sisi atas dan bawah setir. Posisi tangan yang benar adalah memegang sisi kiri dan kanan setir agar bisa merasakan setir ketika berbelok. Selain kemampuan mengendarai, hal yang paling penting adalah kesabaran. Meski di arena balap pembalap harus bersaing, tetapi ternyata kunci memenangkan pertandingan adalah bersabar, menunggu mement yang tepat untuk mendahului lawan. Jika berebut, maka kecelakaan fatal bisa terjadi. "Kalau mau balapan harus bisa sabar," kata eko.

Kehidupan di saat sekarang ini bagaikan sebuah kompetisi berat didalam sebuah perlintasan yang penuh dengan tikungan tajam. Ada banyak hal yang membuat kita seakan terancam dan mengakibatkan sesuatu yang fatal bagi diri kita. Ada banyak pesaing-pesaing yang mencoba merebut kemenangan yang sedang kita buru. Begitu pula cara-cara yang digunakan, ada banyak cara dan jalan untuk mendapatkan kemenangan itu. Baik cara yang legal maupun cara yang nakal. Semuanya hanya demi sebuah kemenangan atas kehidupan ini.

Dua Kunci utama untuk memperoleh kemenangan dalam kehidupan ini adalah, menjalani hidup hidup dengan sikap kedua tangan yang benar. Kedua tangan yang kita miliki bukan hanya kita pakai untuk melakukan sebuah pekerjaan yang telah kita miliki. Namun juga kedua tangan dan jari jari kita harus kita pakai untuk saling memegangi satu dengan yang lainnya sambil kita pejamkan mata kita didalam sebuah doa. Keeps fingers crossed !!!

Kunci kedua adalah menjalani hidup dengan penuh kesabaran, apapun peranan yang sedang kita alami saat ini. Jangan bertindak gegabah dan bersikap ambisius. Sikap ini hanya akan membawa kita pada jurang kehancuran. Sabar dan tenang akan membawa kita pada semuah kemenangan di waktu yang tepat. Itulah kedua kunci utama kemenangan hidup.

Mari kita ingat kehidupan Bapa Abraham. Dengan segala kesabaran dan ketekunan yang dia miliki, maka apa yang menjadi kebutuhan dan pengharapannya dalam hidup menjadi kenyataan. Kesabaran yang dimiliki Bapa Abraham membawa damai sejahtera yang begitu luar biasa, pada waktu Tuhan, pada waktu yang sangat tepat.

Bukankah bersikap sabar juga akan menjadikan diri kita semakin dihargai oleh sesama ? Begitu indah bila kita sanggup dan mampu menjalani hidup ini sengan penuh kesabaran.