Selasa, Oktober 11, 2011

FROM ZERO TO HERO



BACAAN : 1. I SAMUEL 3 : 1-10, 19-20
2. MARKUS 1 : 29 – 39

Chris John, adalah salah satu petinju berprestasi Indonesia yang taat pada Tuhan. Dia selalu menyebut Terimakasih kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria pada saat di wawancarai. Chris John memang petinju Katolik yang baik. Tahu betul bahwa sejatinya dia bukan apa apa tanpa kehadiran dan kemurahan Tuhan. Masa kecilnya keras, dibawah didikan ayahnya yang melatih tinju dengan tingkat kedisplinan tinggi. Sekarang dia menjadi orang yang sukses dan berprestasi

Setiap manusia memiliki impian terindah dalam hidup yakni hidup yang penuh dengan keberhasilan dan kesuksesan. “From zero to hero” demikian lah sebuah ungkapan yang sering dipakai untuk menceritakan bagaimana gemilangnya sebuah prestasi seseorang.

Membaca ayat bacaan kita hari ini, kita semua mengerti apa dan bagaimana latarbelakang Samuel. Seorang yang masih muda dan menjadi pelayan Allah dibawah pengawasan Imam Eli. Masa muda nya dipakai untuk menjadi pelayan Allah dengan segala ketaatan dan ketulusannya. Samuel adalah anak muda yang baik. Maka ketika Allah berkenan memanggilnya secara langsung, tanpa ragu Samuel menjawab” Berbicaralah sebab hambaMu ini mendengar”. Ketaatan Samuel pada otoritas Tuhan didalam kehidupannya telah jelas terlihat dari bagaimana dia menjawab panggilan Tuhan. Dan alkitab mencatat bagaimana Samuel terus bertumbuh menjadi dewasa dan Tuhan menyertai dia karena tak ada satupun FirmanNya yang dibiarkan gugur.

Kisah Tuhan Yesus yang memiliki prestasi besar dalam sejarah pelayananNya di usia muda juga di catat oleh para penulis Alkitab. Secara khusus Tuhan Yesus selalu memiliki dan mengambil waktu untuk melakukan sebuah komunikasi dengan sang pemilik kehidupan dalam sebuah Doa. Yesus pun setia mengemban misi yang diberikan atas kehadiranNya di dunia ini. Keterlibatan dan Otoritas Bapa terlihat menonjol dalam setiap pelayananNya.

Merenungkan apa yang ada diatas, memiliki sikap hidup yang baik ternyata tidaklah cukup bila kita tak pernah melibatkan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan kita. Perbuatan, perkataan dan pikiran yang baik hanya akan mendatangkan kebaikan yang sejati bila kita memiliki hubungan yang baik dengan Allah Sang Pencipta kita. Ketika kita memiliki sebuah pengharapan, sebenarnya akan terasa mudah bagi kita untuk menggapai harapan itu dengan mengkombinasikan perbuatan,perkataan dan pikiran kita yang baik dengan Kebaikan Allah itu sendiri. Bila kita mampu melakukan itu maka hasil yang baik akan kita dapatkan. Sebaliknya tanpa kebaikan Tuhan maka sehebat apapun kebaikan kita tidak akan ada artinya dan jangan berharap untuk sebuah hasil yang baik.

DOA : TUHAN YANG BAIK, AJARKU UNTUK SELALU MENABUR KEBAIKAN DIDALAM HIDUPKU. AGAR KEBAIKANMU JUGA DAPAT DIRASAKAN OLEH SESAMAKU. AMIN

Selasa, Agustus 24, 2010

Etika Beribadah



AYAT Bacaan : Kejadian 12: 1-8


Apakah ibadah Kristen itu ? Dalam bahasa Inggris, istilah yang dipakai untuk "ibadah” adalah worship, yang berasal dari kata Inggris kuno weorthscipe. Weorth (=worthy) berarti "layak" dan scipe (=ship) menunjukkan atribut respek atau hormat kepada seseorang. Jadi, ibadah (worship) adalah suatu pemujaan; pernyataan hormat kepada Tuhan yang dianggap layak disembah. Untuk itu kekhidmatan dalam sebuah Ibadah mutlak diperlukan.


Dalam bahasa Ibrani (PL), dipakai kata shachah yang berarti "menundukkan diri." Dalam bahasa Yunani (PB) digunakan kata proskuneo yang berarti menyembah atau "mencium tangan kepada...." Jadi, ibadah adalah ungkapan penyembahan manusia di hadapan AllahNya. Namun dalam ibadah Kristen, komunikasi yang terjadi bukan hanya satu arah, melainkan dua arah. Martin Luther mendefinisikan ibadah sebagai saat dimana Allah berbicara kepada jemaat lewat FirmanNya (revelation) dan jemaat berbicara kepadaNya (merespons) dalam doa dan pujian. Jadi, dalam ibadah terjadi dialog (komunikasi) antara Allah dan jemaat.


Masing-masing saling berinteraksi. Tuhan lebih dahulu berinisiatif menyatakan diri, baru kemudian jemaat menanggapi.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa sejatinya Ibadah adalah wujud perjumpaan kita dengan Allah yang bertahta di tempat yang Maha Kudus. Setiap ibadah tentu memiliki etika dan kunci keberhasilan. Untuk itu setiap orang yang akan melakukan ibadah harus memahami karakter daripada ibadah itu sendiri.


Banyak orang memiliki konsep yang keliru tentang ibadah. Kita cenderung memandang ibadah seperti pertunjukan teater. Yang menjadi aktor adalah pendeta dan pelayan ibadah lainnya. Penontonnya adalah anggota jemaat yang hadir, sedangkan sutradaranya adalah Tuhan.Sedangkan para anggota majelis jemaat adalah crew dari pertunjukan. Konsep ini jelas sangat keliru karena memandang jemaat hanya sebagai penonton!


Setiap ibadah Kristen (apapun denominasinya) mestinya harus bersifat liturgis; artinya melibatkan setiap orang yang hadir didalamnya. Ibadah dimana jemaat hanya menjadi penonton yang pasif bukanlah ibadah yang sesungguhnya. Oleh karena semua anggota jemaat harus terlibat aktif, perlu ditentukan kapan giliran mereka berpartisipasi dalam ibadah dan bagaimana bentuk partisipasinya (apakah menyanyi, berdoa, memberi persembahan, dll)


Dalam Perjanjian Lama, di kisahkan Abraham adalah seorang umat Tuhan yang membiasakan diri beribadah dengan penuh ketekunan. Dalam perjalanan dari HARAN menuju tanah KANAAN pun, dia selalu mengisinya dengan ibadah kepada Tuhan yang diikuti oleh seluruh anggota keluarganya. Ketika dia sampai di BETEL, selain mendirikan kemah, Abraham pun mendirikan MEZBAH yang dia pakai untuk beribadah kepada Tuhan. Abraham melibatkan seluruh anggota keluarganya untuk ikut dalam ibadah. Dan dalam Ibadah yang dilakukan oleh Abraham dan seluruh anggota keluarganya, terjadi interaksi antara Tuhan, Abraham dan keluarganya. Inilah Ibadah yang sejati.



Bagaimana dengan kita, orang orang yang disebut sebagai keturunan Abraham. Kita secara rutin menggelar ibadah di setiap hari Minggu pagi, ditempat yang bernama Gereja. Didalam nya kita menciptakan suasana persekutuan dengan saudara seiman. Kita berdoa dan memuji nama Tuhan, serta menyembahNya. Kita juga mendengar serta menggumuli Firman Tuhan yang disampaikan melalui perantara hambaNya. Kepada kita juga diberikan kesempatan untuk berperanan aktif di dalam ibadah tersebut, salah satunya adalah dengan memberikan persembahan, mempersembahkan talenta yang kita miliki melalui Puji-Pujian. Semua hal itu dapat kita lakukan ketika kita beribadah kepada Tuhan di gereja.


Dari sini pula kita dapat mengambil kesimpulan, sejatinya Hakekat Ibadah adalah kesempatan bagi kita untuk memberikan diri kita kepada Tuhan dalam sebuah perjumpaan rohani.


Tentu mewujudkan ibadah yang benar memerlukan banyak aspek pendukung. Kekhidmatan ibadah, liturgi yang baik, serta puji-pujian yang semarak merupakan beberapa aspek yang harus diperhatikan. Namun yang juga tak kalah penting adalah, masing-masing umat yang akan datang beribadah harus memiliki motivasi yang benar serta mempersiapkan diri dengan baik sebelum datang dalam ibadah. Dengan demikian ibadah itu sendiri akan menjadi berkat bagi dirinya serta kehadirannya dalam ibadah tersebut dapat membawa berkat bagi sesama.

Selasa, April 20, 2010

HARGA YANG MAHAL



AYAT BACAAN : EFESUS 5 : 8-12

Awal bulan april ini, kembali saya ditugaskan kantor dimana saya bekerja untuk melakukan kunjungan dinas ke Ibu Kota Jakarta. Dalam perjalanan diatas pesawat, saya tertarik untuk mengamati harga-harga makanan dan minuman yang sangat mahal. Segotol air mineral yang biasa di jual di mini market seharga Rp 2.500, namun diatas pesawat berubah menjadi Rp 10.000. Lalu mie instant yang biasa dijual di minimarket seharga Rp 2.500, namun diatas pesawat menjadi Rp 13.000. Saya berpikir apa yang membuat benda-benda ini berharga mahal ?
Aha…saya menemukan jawabannya, setelah saya ingat beberapa bulan yang lalu ketika saya mengadakan pertemuan dengan salah seorang pelanggan di lobi sebuah hotel. Ketika itu saya harus membayar Rp 120.000 untuk 2 cangkir kopi hangat. Rupanya tempat dimana benda itu berada menentukan harga sebuah benda. Kopi yang biasa di warung seharga Rp 5.000 namun ketika di lobi sebuah hotel menjadi Rp 60.000 Ya…tempat dimana dia berada, itu yang menentukan harganya.
Dimana kita berada sekarang ? dahulu kita berada didalam kegelapan. Namun karena karya penebusan Kristus yang mahal, lewat darah dan nyawa yang tercabut diatas kayu salib itulah. Kini kita berada disebuah tempat yang terang, dan kita berhak untuk disebut anak anak terang. Dulu kita berharga murah, tetapi sekarang kita telah berharga mahal. Karena kita ditempatkan olehNya di sebuah tempat yang menjadikan kita memiliki harga yang mahal. Itu semua terjadi semata-mata karena kebaikanNya dan bukan karena kita yang memilih untuk berada di tempat yang menjadikan diri kita berharga mahal itu.
Lantas bagaimana sikap terbaik kita,setelah kita menjadi anak-anak terang yang berharga mahal ? Bacaan kita di ayat 9 menyatakan bahwa anak –anak terang mampu menyajikan kehidupan yang penuh dengan perbuatan Baik, Adil, dan Benar. Kita dikatakan berbuat Baik bila orang lain dapat merasakan kehadiran kita yang membawa sejahtera.Kita dikatakan Adil bila orang lain yang berususan dengan kita tak pernah merasa dirugikan oelh perbuatan kita. Dan kita dikatakan berbuat benar bila orang lain setuju dan mendukung perbuatan kita.
Sekarang kita sudah menjadi anak-anak terang. Apakah kita mau dan mampu untuk benar-benar menjaga semua anugerah pemberian Tuhan ini dengan memiliki sikap hidup yang Benar, Adil dan Baik. Semoga Tuhan sendiri yang menuntun kita untuk melakukan itu semua.

Rabu, Maret 31, 2010

The Real DAVID


BACAAN : 1 SAMUEL 17 : 1-58


Entah apa yang ada dibenak David ketika dia memutuskan untuk maju, menantang dan akhirnya bertarung dengan Goliath. Mungkin bila saat itu sudah dikenal istilah "BONEK" maka pasti akan banyak orang disekitar David berteriak, " Dasar BONEK !!!" Namun toh David dengan keyakinan dan keberanian penuh, maju kedepan dan kemudian menantang bahkan hanya dengan umbalan dia berhasil mengalahkan Goliath. David yang semula dikenal hanya sebagai seorang penggembala kawanan domba, namun karena keberanian dan keputusan tepat yang diambilnya membawa dirinya sebagai pahlawan bagi orang-orang disekitarnya.

Berbicara tentang David, dua hari yang lalu saya bertemu dengan seorang pria yang mengajak makan siang bersama. Namanya juga David. Bicaranya blak-blak an dan apa adanya. Sangat mencerminkan karakter arek suroboyo yang blak blak an. Kepada saya dia bercerita bagaimana Tuhan memanggil dia lewat mimpi-mimpi dalam tidurnya. Dia kristen sejak kecil, dalam sebuah keluarga kristen. Namun kemudian dia menikah dengan seorang wanita yang tidak seiman. David hidup dalam dunia nya sendiri selama bertahun-tahun. Selama itu pula dia tidak mengenal gereja, persekutuan apalagi Tuhan dengan segala kebaikanNya.

Namun Tuhan tetap memberlakukan kasihNya kepada David. Tuhan selalu berusaha menyapa dan menyentuh David lewat mimpi-mimpi dalam tidurnya. Seringkali David merasa pusing akibat mimpi-mimpi itu. Seringkali David merasa tertekan dengan mimpi-mimpi itu. Dan pada sebuah kesempatan dan waktu yang tepat, David dengan penuh keberanian dan kepasrahan telah memutuskan untuk "menemui" Tuhan yang semula hanya dia temui dalam mimpi-mimpinya, kini dia berusaha menemukanNya dalam hatinya. David menerima meterai keselamatan dari Tuhan dalam sebuah sakramen baptis suci.

David telah kembali menang melawan "Goliath: yang berwujud dalam mimpi-mimpi serta kehidupan duniawinya. Mimpi-mimpi dan kehidupan duniawi yang membuatnya tak pernah merasakan damai dan sejahtera. Kini hanya dengan keberanian dan keyakinannya akan Kasih setia Tuhanlah, dia berani mengambil keputusan hebat dalam sejarah kehidupannya. Dan dia menjadi seorang pahlawan hebat bagi orang orang sekitarnya.

Terkadang kita sering ragu pada sesuatu hal yang nampak besar dan menakutkan dihadapan kita. Itu bisa berwujud dalam persoalan kehidupan, kekuatiran, kedengkian, amarah serta kemegahan diri. Semuanya bisa kita hancurkan dan kalahkan hanya dengan keberanian kita untuk mengambil sebuah keputusan untuk berjalan bersama kasih dan perlindungan Kristus. Jangan pernah takut pada sesuatu yang nampak besar dalam kehidupan kita, yang seakan-akan siap untuk menerkam kita. Namun cobalah untuk melihat betapa besar kekuatan Tuhan yang menyertai kita. Dengan cara itulah kita akan mampu menjadi " the real David"



Selasa, Maret 30, 2010

Sabar = Subur


AYAT BACAAN : IBRANI 6 : 9 - 15

Pembalap Kiara BAR Speed, Eko Lurianto bercerita bahwa menjadi seorang pembalap mobil dibutuhkan keahlian khusus melalui latihan yang ketat dan disiplin. Dia memiliki beberapa tips untuk bisa memenangi kompetisi. Salah satu tipsnya adalah memegang setir dengan benar, yakni posisi tangan tidak boleh di sisi atas dan bawah setir. Posisi tangan yang benar adalah memegang sisi kiri dan kanan setir agar bisa merasakan setir ketika berbelok. Selain kemampuan mengendarai, hal yang paling penting adalah kesabaran. Meski di arena balap pembalap harus bersaing, tetapi ternyata kunci memenangkan pertandingan adalah bersabar, menunggu mement yang tepat untuk mendahului lawan. Jika berebut, maka kecelakaan fatal bisa terjadi. "Kalau mau balapan harus bisa sabar," kata eko.

Kehidupan di saat sekarang ini bagaikan sebuah kompetisi berat didalam sebuah perlintasan yang penuh dengan tikungan tajam. Ada banyak hal yang membuat kita seakan terancam dan mengakibatkan sesuatu yang fatal bagi diri kita. Ada banyak pesaing-pesaing yang mencoba merebut kemenangan yang sedang kita buru. Begitu pula cara-cara yang digunakan, ada banyak cara dan jalan untuk mendapatkan kemenangan itu. Baik cara yang legal maupun cara yang nakal. Semuanya hanya demi sebuah kemenangan atas kehidupan ini.

Dua Kunci utama untuk memperoleh kemenangan dalam kehidupan ini adalah, menjalani hidup hidup dengan sikap kedua tangan yang benar. Kedua tangan yang kita miliki bukan hanya kita pakai untuk melakukan sebuah pekerjaan yang telah kita miliki. Namun juga kedua tangan dan jari jari kita harus kita pakai untuk saling memegangi satu dengan yang lainnya sambil kita pejamkan mata kita didalam sebuah doa. Keeps fingers crossed !!!

Kunci kedua adalah menjalani hidup dengan penuh kesabaran, apapun peranan yang sedang kita alami saat ini. Jangan bertindak gegabah dan bersikap ambisius. Sikap ini hanya akan membawa kita pada jurang kehancuran. Sabar dan tenang akan membawa kita pada semuah kemenangan di waktu yang tepat. Itulah kedua kunci utama kemenangan hidup.

Mari kita ingat kehidupan Bapa Abraham. Dengan segala kesabaran dan ketekunan yang dia miliki, maka apa yang menjadi kebutuhan dan pengharapannya dalam hidup menjadi kenyataan. Kesabaran yang dimiliki Bapa Abraham membawa damai sejahtera yang begitu luar biasa, pada waktu Tuhan, pada waktu yang sangat tepat.

Bukankah bersikap sabar juga akan menjadikan diri kita semakin dihargai oleh sesama ? Begitu indah bila kita sanggup dan mampu menjalani hidup ini sengan penuh kesabaran.

Sabtu, Oktober 24, 2009

Forgive without Forget... Ideal kah ?


AYAT BACAAN : YOHANES 8 : 2-11


Lebih dari satu dasawarsa setelah peristiwa gigit kuping atau "Bite Fight" yang terkenal itu, petinju kelas berat Mike Tyson dan Evander Holyfield, Jumat, bertemu dan saling berhadapan dalam acara televisi "The Oprah Winfrey Show."Oprah Winfrey, host terkenal acara televisi AS itu, mengatakan Holyfield meminta dilakukannya pertemuan itu setelah melihatnya belum lama ini menayangkan wawancara dengan Tyson. Holyfield mengatakan ia berharap penampilannya pada program bersama Tyson itu akan menunjukkan dan bisa menjadi contoh kaum muda yang terlibat dalam pertikaian bahwa rekonsiliasi itu mungkin saja terjadi."Saya ingin menyampaikan kepada anak-anak jika kami bisa bertemu dan bersama, lalu melupakan semua pertikaian yang telah terjadi diantara kami kami tahu anda juga dapat melakukannya," ujar Holyfield. Tyson, yang sudah duduk dan tengah berbicara dengan Winfrey, mengangkat tangannya dan menyalami dengan hangat Holyfield ketika ia naik dan masuk ke panggung acara itu. Ia mengatakan sangat kagum sepenuhnya kepada Holyfield."Saya ingin dunia mengetahui ini bahwa dia seorang yang sangat manis. Saya hanya ingin Anda mengetahui bahwa sungguh sangat menyenangkan berteman dengan Anda," kata Tyson.

Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, walau mungkin kesalahan itu bersifat kesalahan fatal atau kesalahan yang sederhana. Terkadang dengan kesalahan yang dibuat, membuat orang lain merasa kecewa, sakit hati dan kemudian menimbulkan luka batin yang teramat dalam. Biasanya untuk menemukan proses rekonsiliasi, hal utama yang dilakukan adalah meminta maaf atas kesalahan yang dibuat. Bagi si pembuat kesalahan, meminta maaf adalah hal yang bisa dan mungkin mudah untuk dilakukan. Namun bagi orang yang merasa dikecewakan karena kesalahan itu terjadi, sekedar ucapan meminta maaf belumlah cukup untuk mengobati luka batin, walau sejatinya dia sudah memaafkan kesalahan itu. Dan bila itu yang terjadi maka proses rekonsiliasi tidak akan tercapai dengan mudah dan indah.

Meminta maaf dan memaafkan mungkin bisa dilakukan dalam waktu singkat. Tapi melupakan kesalahan, biasanya tidak pernah di lakukan. Padahal untuk mewujudkan rekonsiliasi yang sejati, memaafkan dan melupakan kesalahan adalah dua hal yang harus berjalan bersama. Tanpa proses mau melupakan kesalahan, tak mungkin ada proses rekonsiliasi yang sempurna.

Ketika Tuhan Yesus berhadapan dengan seorang perempuan yang berzina, tentu Tuhan Yesus mengalami kekecewaan yang cukup mendalam. Dia pun berkenan memaafkan si perempuan tersebut. Tapi yang lebih jelas, dia melupakan semua kesalahan yang diperbuat oleh perempuan tersebut yang terwujud dengan ucapan,"pergilah...Aku pun tidak akan menghukum engkau". Dan dari situlah proses keselamatan dan pengampunan yang sejati telah terwujud.

Mari belajar bersama untuk bukan hanya sekedar bisa meminta maaf, memaafkan kesalahan sesama kita. Tapi juga belajar untuk melupakan semua kesalahan yang terjadi. Dengan demikian, KASIH yang sejati akan lebih mudah diberlakukan dalam hidup kita.

Rabu, September 16, 2009

Mudah dan Murahnya mencari Damai Sejahtera


AYAT BACAAN : LUKAS 19 : 1-9
Di Sleman - Sebanyak 10 dari 40 desa wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman menyiapkan homestay untuk wisatawan selama libur Lebaran. Kesepuluh desa wisata itu, di antaranya desa wisata Brayut, Kembangarum, Plempoh, Kelor, dan Ketingan. Konsekuensinya, warga desa itu harus rela tidak bepergian selama Lebaran. "Itu risikonya, tapi sebagian besar warga sudah terbiasa tidak bepergian," kata Wahyudi Heru Santoso, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kemarin.Harga tiap-tiap homestay berbeda-beda, mulai dari Rp 60 ribu per orang. Warga yang menginap akan memperoleh fasilitas tempat tidur dan makan. Pada libur Lebaran tahun ini, diperkirakan jumlah wisatawan naik 8 persen, dari 5.640 orang pada 2008 menjadi 6.000 orang pada 2009. Sebuah tawaran yang murah dan mudah untuk menikmati liburan, dan melepaskan penat serta menyenangkan hati.

Apakah juga ada cara mudah dan murah bagi kita untuk menikmati hidup dan merasakan damai sejahtera? Jawabannya tentu ada ! Hanya bagaimana kita mampu menemukan cara mudah dan murah itu dengan kejelian mata hati kita. Karena hanya dengan kejelian mata hati kita, cara mudah dan murah untuk mendapatkan damai sejahtera dan sukacita itu akan kita dapatkan.

Zakheus adalah salah satu orang yang kehidupannya berlimpah materi. Segala kekayaan duniawi sudah dia punyai. Namun toh, terbukti dia tidak memiliki hati yang damai sejahtera. Perasaan bersalah karena dia memiliki kekayaan dengan memeras orang orang di sekitarnya, dan juga sikap orang orang sekitarnya yang menganggap bahwa dia adalah orang yang berdosa membuat Zakheus hidup dalam dunianya sendiri. Maka ketika dia mendengar ada Yesus hadir di sekitarnya, dia percaya bahwa Yesus lah satu satunya sumber damai sejahtera itu. Dengan cara yang mudah dan murah, yaitu memanjat pohon ara, dia mampu menarik perhatian Yesus. Bahkan akhirnya membuat Yesus berkenan menumpang di rumahnya.

Kalau saja kita memiliki kejelian hati seperti Zakheus. Maka sebenarnya damai sejahtera itu mudah dan murah untuk kita dapatkan. Seperti pengalaman Zakheus, keberhasilan menghadirkan Kristus untuk tinggal didalam kehidupan berkeluarga kita, adalah cara satu satunya mendapatkan damai sejahtera. Lalu bagaimana cara yang mudah dan murah untuk itu ? Cara yang terbukti mudah dan murah adalah bagaimana kita bisa bersama sama meluangkan waktu untuk bernyanyi, berdoa dan bersekutu bersama keluarga kita. Didalam persekutuan keluarga itulah akan kita rasakan damai sejahtera karena Kristus berkenan hadir didalam keluarga kita. Didalam persekutuan keluarga itu jugalah, kita bisa saling menguatkan, saling mengkoreksi bila ada hal hal yang tidak berkenan. Kita juga bisa bersama sama memohon dan menyerahkan semua pengharapan kita kepada Tuhan lewat doa doa kita. Dengan demikian akan terciptalah sebuah keluarga Allah yang menjadi saluran berkat bagi sesama. Bukankah keluarga yang hangat, harmonis dan saling mengasihi adalah kebahagian yang besar dalam kehidupan kita ?